Membuat CV: Daftar 10 Pertanyaan dan Jawaban Pendukung

membuat cv
Photo by cottonbro from Pexels

Ketika memutuskan untuk melamar ke sebuah perusahaan, CV menjadi salah satu poin administrasi yang dibutuhkan recruiter. Isi dari CV tersebut setidaknya bisa menjawab berbagai pertanyaan yang ingin diketahui oleh perekrut mengenai diri kamu. Hal inilah yang sering menjadi permasalahan. Sebagian masih membuat CV yang kurang profesional, apa adanya, dan sekadar mencantumkan pencapaian tanpa dikritisi lebih lanjut. Padahal, ketepatan informasi yang dimuat dalam CV dapat meningkatkan penilaian perusahaan bagi kandidat yang bersangkutan.

CV merupakan sebuah dokumen singkat yang mampu menunjukkan hal-hal terbaik seorang pelamar kerja, seperti pengalaman dan keterampilan. Umumnya, perekrut akan menyaring rata-rata 250 CV untuk setiap iklan lowongan kerja yang beredar (Retail Appointment). Untuk itulah kamu harus membuat sebuah CV yang mampu membuatmu menonjol di antara pelamar lainnya.

Ketika ingin membuat atau memperbaiki CV, tentu ada banyak pertanyaan yang muncul untuk memastikan bahwa hasilnya optimal ketika dikirimkan ke perusahaan. Apakah kamu juga menyimpan banyak pertanyaan soal struktur maupun isi CV yang tepat? Tidak perlu kesusahan lagi, cari tahu jawabannya melalui daftarnya di bawah ini.

Membuat CV: Daftar 10 Pertanyaan dan Jawaban Pendukungnya

Siapakah kamu? Mengapa kamu cocok untuk pekerjaan tersebut?

Secara umum, perekrut mampu menghabiskan 5 sampai 7 detik untuk melihat sebuah CV (The Undercover Recruiter). Waktu yang relatif singkat tersebut sudah meliputi pencarian informasi mengenai diri kamu serta tingkat kecocokan dengan lamaran terkait. Oleh karena itu, kamu perlu menuliskan pernyataan secara otentik pada masing-masing bagian pada format CV. Sesuaikan setiap isi dan pernyataan dengan posisi yang sedang kamu lamar saat itu juga.

Apa saja pengalaman praktis yang telah kamu lewati?

Dalam menjawab pertanyaan ini, jangan lupa untuk menuliskan deskripsi dalam bentuk yang jelas dan rinci. Isinya meliputi pengalaman profesional, nama perusahaan, waktu mulai dan berakhir, sekaligus jabatan yang diemban. Namun, perlu diingat bahwa ini bukanlah ajang untuk memamerkan bakatmu. Justru, informasi yang jelas dapat memudahkan perekrut dalam melakukan screening terhadap CV-mu. Apabila kamu merasa memiliki pengalaman yang terbatas, tidak perlu khawatir. Persiapkan sesi interview secara optimal dan tegas untuk menjawab setiap pertanyaan yang diajukan.

Bagaimana kamu berkembang selama berada di dunia karier?

Setelah menuliskan setiap pengalaman bekerja secara profesional, masukkan beberapa poin yang menyoroti pekerjaanmu di tempat-tempat tersebut. Hal ini dapat menunjukkan seberapa jauh kamu telah berkembang di dunia profesional. Selain itu, kamu dapat menunjukkan dan menambah kapasitas untuk belajar lebih jauh sekaligus punya semangat untuk mengembangkan diri di perusahaan tersebut.

Kamu berbicara bahasa apa?

Secara umum, bagian keterangan soal bahasa yang biasa kamu pakai bergantung pada lowongan kerja itu sendiri. Terkadang, penguasaan bahasa lain yang dituliskan dalam CV dapat membedakan kamu dengan kandidat lainnya. Manfaatkan pengalaman internasional bila kamu memang memilikinya, entah bekerja sebagai tenaga magang atau penuh waktu. Segala bentuk upaya membuat CV yang otentik akan dihargai oleh perekrut ketika melakukan review terhadap lamaran yang telah kamu kirimkan.

BACA JUGA: Cara Bikin CV ATS Friendly. Job Seeker Wajib Tahu!

Seberapa panjang CV yang harus dihasilkan?

Aturan praktis yang dapat kamu ikuti adalah menuliskan CV sebanyak satu halaman dan paling banyak dua halaman. Jika memang tidak bisa memasukkan semuanya, tuliskan yang relevan dengan lowongan pekerjaan tersebut. Bisa juga dengan menuliskan pengalaman-pengalaman yang tergolong baru berdasarkan riwayat pekerjaanmu. Jangan menggunakan margin yang terlalu lebar atau memakai white space lebih sedikit. Jika CV kamu ditujukan untuk keperluan ilmiah, penelitian, atau posisi akademik, biasanya tidak masalah bila CV lebih panjang dari ukuran standar yang biasa ditemui.

Apa saja jenis font yang sebaiknya dipakai?

CV yang baik harus mudah dibaca dan punya penampilan yang profesional. Untuk mewujudkannya, kamu perlu memperhatikan pemilihan font yang simpel. Gunakan satu jenis font untuk menghindari kebingungan perekrut saat membaca CV yang diterima. Selain itu, upaya ini juga membantu menjaga konsistensi profesional ketika perekrut melakukan screening terhadap CV kandidat. Beberapa contoh pilihan font yang dapat kamu gunakan adalah Verdana, Arial, dan Tahoma.

Apakah kamu perlu memasukkan foto seluruh badan?

Kamu tidak perlu memasukkan foto seluruh badan ke dalam CV, kecuali kamu melamar untuk pekerjaan di bidang modelling atau acting. Foto diri yang terlalu besar hanya akan memakan sebagian ruang yang bisa diganti dengan format-format penting lainnya. Tentu lebih berpotensi untuk meningkatkan sisi profesional sekaligus memengaruhi perekrut dalam memberikan penilaian terhadap lamaran yang kamu kirimkan. Yakinkan pihak perusahaan dengan sungguh-sungguh bahwa kamu adalah kandidat yang mereka butuhkan saat itu juga.

Apakah kamu harus memasukkan tanggal lahir?

Kecuali lowongan pekerjaan yang dituju memberikan persyaratan terkait usia, mencantumkan tanggal lahirmu akan menjadi tidak relevan ketika dilibatkan dalam proses rekrutmen. Dengan demikian, kamu tidak perlu memasukkannya ke dalam CV. Perekrut biasanya akan fokus pada pencapaian, pengalaman, maupun kemampuan yang kamu tawarkan kepada perusahaan. Selain itu, tanggal lahir adalah data pribadi yang sebaiknya tidak dibagikan dalam ranah digital maupun memberitahukannya kepada sembarang pihak di luar sana.

BACA JUGA: Rekomendasi Situs untuk Latihan Interview

Apakah kamu membutuhkan cover letter?

Cover letter atau surat lamaran adalah dokumen yang dikirimkan bersama CV ketika kamu mengirimkan lamaran pekerjaan. Tujuannya untuk mengenalkan diri secara pribadi kepada perusahaan serta membantu “menjual” lamaran yang kamu kirimkan. Surat lamaran dapat menjadi media penting untuk menjelaskan tentang diri kamu sebagai kandidat terbaik di perusahaan. Ketika menulis cover letter, buat isinya tetap singkat, padat, dan jelas. Garisbawahi kecocokan diri sendiri dengan lowongan tersebut dan tunjukkan value yang dapat diberikan sesuai peran kamu di perusahaan.

Bagaimana jika kamu belum punya pengalaman kerja?

Mungkin inilah satu kondisi yang kamu khawatirkan ketika sedang fokus mencari pekerjaan. Ya, saat kamu sadar kalau belum mempunyai pengalaman profesional di dunia kerja. Namun, hal ini ternyata bisa diatasi dengan cara cerdas dan berpengaruh terhadap proses pelamaran. Gunakan kreativitas selama membuat CV kamu dengan menonjolkan pengalaman relevan dengan peran kerja yang kamu lamar. Kamu dapat mengambilnya dari pengalaman organisasi, volunteer, hingga proyek dalam lingkup sekolah maupun tingkat universitas.

Itulah daftar pertanyaan dan jawaban yang bisa kamu cermati selama membuat CV. Pastikan kamu menyusun CV terbaik yang dapat mengantarkan ke dunia karier yang profesional dan sesuai dengan bidang pilihanmu. Perlu kamu ingat kalau CV menjadi prasyarat yang selalu dibutuhkan dan menjadi pintu masuk dalam sebuah kesempatan kerja.

Ingin meningkatkan performa CV dan mempersiapkan diri menjadi tenaga profesional di bidang kerja yang kamu impikan? Belajar di SkolaExpert: The Secrets of Successful CV & Cover Letter dan bersiaplah menuju jenjang karier sebagai tenaga kerja andal di perusahaan yang kamu impikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *