90% Kerja Copywriting adalah Riset? Simak Penjelasannya

copywriting adalah
Photo by Negative Space from Pexels

Copywriting adalah proses menulis materi promosi dan pemasaran yang bersifat persuasif. Tujuannya memotivasi orang lain untuk segera mengambil tindakan, seperti melakukan pembelian, mengklik sebuah link, berdonasi, hingga menjadwalkan konsultasi. Keberhasilan suatu copywriting untuk memengaruhi banyak orang ternyata bukanlah suatu kebetulan. Copywriting yang berhasil membawa suatu perusahaan atau bisnis menuju konversi tertinggi jelas merupakan hasil dari riset yang dilakukan dengan sungguh-sungguh. Kekuatan proses riset merupakan hal terpenting untuk membangun copywriting yang sukses di pasaran. Riset copywriting mampu membantu kamu memperoleh kejelasan mengenai suatu produk sebelum menuangkannya ke dalam materi penulisan.

Selain itu, kamu dapat memperoleh pemahaman lebih baik terhadap beragamnya informasi mengenai audience. Keterampilan lain yang perlu kamu kuasai adalah fokus untuk mempelajari suatu topik secara mendalam. Riset mampu menjadi pembeda antara membangun keterikatan atau malah condong untuk memerintah audience. Beberapa aspek yang harus dipahami adalah masalah yang ingin dipecahkan konsumen beserta keinginan mereka. Kamu perlu tahu hal-hal yang mampu membuat audience tergerak untuk mengikuti ajakan saat itu juga.

Kebanyakan orang yang bekerja di bidang kepenulisan tahu bahwa aktivitas ini melibatkan sekitar 10% kepenulisan, sedangkan 90% lainnya untuk kebutuhan riset (Street Directory). Oleh karena itu, kamu perlu mengembangkan keterampilan dalam memproses riset sejak dini sebagai copywriter yang andal. Sudahkah kamu tahu proses-proses yang diperlukan dalam melakukan copywriting research? Penjelasan di bawah ini mampu menjawab pertanyaan tersebut.

Copywriting Adalah Produk Riset dengan Proses Sistematis

Riset terhadap produk atau layanan

Riset dimulai dengan menuliskan produk atau layanan yang menjadi materi dari copywriting. Apa yang dilakukan oleh produk tersebut? Masalah apa yang bisa dipecahkan memakai produk yang bersangkutan? Seperti apa bentuk atau rasanya? Akan lebih menguntungkan bila kamu memperoleh akses untuk mencoba produk atau layanan secara langsung. Copywriting jadi jauh lebih otentik karena kamu mampu menjelaskan hal-hal yang tidak terungkap sebelumnya. Selain itu, dampaknya bisa meningkat drastis jika kamu dapat menjelaskan pengalaman nyata agar pembaca tertarik untuk mencobanya.

Melakukan riset terhadap produk kompetitor juga menjadi bagian dari langkah utama ini. Kamu punya kesempatan untuk membandingkan produk pribadi dengan produk lain di pasaran. Berikut beberapa pertanyaan yang perlu dijawab sebagai bagian dari riset tersebut, antara lain:

  • Apa saja yang menonjol dari produk atau layanan ini?

Apa perbedaannya dengan milik kompetitor? Apakah ada fitur yang efektif atau sangat membantu mengatasi permasalahan konsumen? Seberapa lama? Pertanyaan-pertanyaan tersebut mampu mengasah kemampuan kritismu mengenai faktor pembeda sebagai yang ditawarkan oleh produk. Hal inilah yang juga melatarbelakangi penentuan Unique Selling Point (USP)

BACA JUGA: 5 Tips Teknik Copywriting yang Membuatmu Makin Pro

  • Masalah apa yang bisa diselesaikan oleh produk? Apa saja manfaatnya?

Cobalah untuk fokus pada masalah yang dipecahkan sebagai dampak dari adanya fitur-fitur pada produk. Review atau testimoni merupakan contoh yang bagus untuk memahami cara dan manfaat penggunaan produk dalam membantu konsumen secara nyata.

  • Apa yang kurang bagus dari produk ini?

Beberapa review dan pengalaman langsung ikut membantu menjawab pertanyaan ini. Kekurangan dan keterbatasan produk harus diketahui dengan baik sebagai upaya untuk membedakannya dengan produk serupa lain di luar sana.

Tentukan target audience

Pemahaman terhadap target audience memungkinkan kamu untuk dapat membangun hubungan terhadap kebutuhan mereka. Pertama-tama, kamu perlu tahu daftar audience yang berpotensi besar membeli produk tersebut. Umumnya, kamu dapat menggunakan buyer persona seperti yang biasa dilakukan oleh tim marketing. Bisa juga dengan menggali informasi dan data seputar penjualan sebelumnya atau statistik yang dapat kamu temukan secara online. Setelah memahami target audience yang dimaksud, barulah kamu tahu persis keinginan mereka dari produk tersebut. Langkah ini akan membantu mengembangkan keunikan dan orisinalitas copywriting serta menargetkan audience dengan solusi paling tepat. Selain itu, pahami juga media yang digunakan untuk menampilkan konteks copywriting untuk ditujukan kepada audience.

  • Siapa target audience yang kamu maksud?

Sekali lagi, kerja copywriting adalah bidang yang sarat dengan data. Salah satunya mengenai target audience yang sebaiknya diketahui dari hasil market research dan bukan asumsi yang diungkapkan oleh Copywriter. Dapatkan data-data terkini seputar konsumen yang memang membeli produkmu serta mereka yang memperoleh barang serupa dari kompetitor. Temukan berbagai pola usia, jenis kelamin, pendapatan, minat, dan lain-lain. Kamu dapat menggunakan bantuan Google Trends untuk memperoleh beragam wawasan tersebut atau melakukan wawancara langsung dengan pihak internal dari perusahaan.

  • Apa keinginan tersembunyi dari target audience?

Masalah apa yang dapat kamu pecahkan dengan produkmu? Kamu dapat menemukan jawabannya dengan menggali lebih lanjut melalui forum dan review khusus dari bidang product/industry. Copywriting adalah peran yang di dalamnya harus memuat tahapan ini karena beberapa orang tidak akan mengatakan keinginannya secara langsung, tetapi memberikan isyarat akan hal tersebut. Untuk melewati langkah ini, kamu perlu memahami psikologi manusia dan perilaku konsumen. Selain itu, kamu juga bisa melakukan wawancara langsung atau melaksanakan polling untuk mengumpulkan respons dari konsumen.

Market research

Dalam sebuah riset materi copywriting, market research adalah aspek krusial yang harus kamu perhatikan. Pemahaman terhadap kondisi pasar akan memberikan berbagai referensi dan studi kasus paling tepat untuk menginspirasi sudut pandang pesan dalam copywriting. Tentu kamu menginginkan proses riset yang efektif dan tidak menghabiskan terlalu banyak waktu. Oleh karena itu, kamu dapat mengikuti beberapa tips berikut dalam menyukseskan market research dalam copywriting:

  • Manfaatkan Google secara tepat

Kamu perlu memastikan jika sudah bisa menggunakan Google sebagai search engine secara tepat. Proses market research bisa jauh lebih cepat bila kamu cerdas dalam memanfaatkan Google. Ketika ingin menentukan niche, sub-niche, atau produk yang kamu tulis, gunakan Google’s phrase match melalui pencarian yang ada.

  • Jangan lupakan online marketplace

Dalam hal melakukan riset terhadap kompetitor, ternyata upaya ini tidak terbatas pada mengambil informasi superfisial. Cara berikutnya untuk mendalami market dari niche maupun sub-niche yang akan kamu tulis adalah memeriksa lebih lanjut kompetitor dengan produk atau layanan serupa. Kamu dapat melakukan market checkout untuk mengevaluasi USP produkmu berdasarkan penelusuran dan peninjauan yang telah dilaksanakan.

  • Jelajahi Facebook Ad Library

Bila kamu ingin melihat upaya yang dilakukan kompetitor dalam hal periklanan melalui Facebook, bukalah Facebook Ad Library mereka. Ad library mampu menawarkan koleksi lengkap dari iklan yang sedang ditayangkan melalui Facebook, Instagram, dan Messenger. Cukup buka Facebook Fan Page dari perusahaan kompetitor kemudian cari Page Transparency. Klik See More lalu masuk ke Go to Ad Library. Pastikan kamu mengatur filter All pada target geografis atau pilih default. Kamu bisa segera melihat iklan kompetitor yang sedang aktif maupun tidak aktif. Perlu diingat bahwa kamu datang ke laman tersebut untuk mencari informasi dan bahan inspirasi, bukan untuk copy paste materi copywriting yang sudah ada.

Menentukan Call to Action

Call to Action atau CTA merupakan panggilan kepada target audience untuk melakukan sebuah hal spesifik sebagai ajakan. Seiring berkembangnya waktu, CTA tidak hanya dihubungkan dengan landing page. Penggunaannya sudah jauh melampaui situasi yang ada, yaitu menetapkan tujuan pada setiap konten dan fokus pada satu tindakan yang kamu ingin untuk dilakukan oleh pembaca. Contohnya dapat kamu ambil melalui ilustrasi berikut:

Kamu berhasil menulis dan meluncurkan buku yang membahas tentang marketing. Sudut pandang CTA yang kamu gunakan untuk memasarkan buku tersebut adalah “Buat mereka mempekerjakan Anda”. Tetapi, landing page yang sedang dibangun berisi CTA yang mengarahkan pembaca untuk segera mendaftarkan diri pada kursus marketing eksklusif. Sedangkan, konten e-mail memuat CTA yang meminta subscribers segera menghubungi kamu untuk memperoleh artikel-artikel yang kamu tulis secara gratis. Berdasarkan contoh sebelumnya, kamu dapat menyimpulkan bahwa setiap konten fokus memuat sebuah CTA.

BACA JUGA: Penggunaan Formula AIDA dalam Copywriting

Bangun kredibilitas

Pikirkan berbagai fitur, hasil tes, detail, review, maupun testimoni untuk menciptakan kesan produk yang kredibel. Berbagai kebutuhan tersebut dapat membuktikan bahwa produk atau layanan sudah melaksanakan pengujian ketat sebelum dipasarkan. Manfaatkan media sosial sebagai platform yang baik untuk menunjukkan kredibilitas tersebut. Tetaplah ingat bahwa sangat penting untuk tetap menyeimbangkan emosi dengan logika. Emosi mampu menjadi sarana untuk menjual produk dengan menunjukkan keinginan dan kebutuhan yang dapat terpenuhi bersama produk atau layanan tersebut. Sedangkan, logika menjadi pemikiran masuk akal yang membenarkan tindakan pembelian. Beberapa contoh pemikiran logis yang sering kamu jumpai dan mampu memberikan dampak pada keputusan pelanggan, yaitu:

  • “Tentu saya akan membutuhkan produk atau jasa ini.”
  • “Sekarang atau tidak sama sekali. Bila saya tidak mendapatkannya sekarang, saya akan menyesal dikemudian hari.”
  • “Semua yang saya inginkan sudah ada di dalam produk ini. Buat apa saya terus mencari sesuatu yang sudah saya temukan?”

Copywriting adalah produk marketing yang melewati proses cukup panjang sebelum dapat bekerja secara efektif untuk menarik perhatian, memengaruhi pelanggan, hingga menghasilkan konversi. Proses tersebut berupa riset mendalam yang dilakukan terhadap beberapa aspek yang memadatkan materi copywriting. Pastikan kamu juga menerapkan proses tersebut dalam menghasilkan materi yang sukses membawa kemajuan bagi suatu bisnis atau perusahaan berdasarkan produk dan layanan terbaiknya.

Ingin mendalami proses pembuatan copywriting dan praktik secara langsung bersama ahlinya? Belajar sekarang di SkolaExpert: Formulas and Tools to Write Awesome Content dan kuasai keahlian copywriting kamu secara intensif bersama Digital Skola.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *