Penggunaan Formula AIDA dalam Copywriting

Penggunaan Formula AIDA dalam Copywriting
Penggunaan Formula AIDA dalam Copywriting (Foto: Freepik)

Copywriting menjadi salah satu aspek krusial dalam digital marketing. Copywriting memegang peran penting yang menentukan sebuah iklan atau campaign bisa berjalan optimal dalam menarik perhatian audience berkat penggunaan bahasa yang ringkas dan menarik. Dalam proses pembuatan copywriting yang menarik dan tepat bagi target audience, ada berbagai formula yang populer digunakan oleh copywriter, salah satunya adalah formula AIDA. Penggunaan formula AIDA dalam copywriting menjadi pengetahuan penting bagi pelaku profesi di bidang ini.

AIDA adalah akronim dari Attention, Interest, Desire dan Action. Kita dapat menganalogikan empat hal ini seperti level yang diharapkan dicapai oleh audience sebagai respons dari promosi atau konten yang mereka lihat. Berikut penjelasan lengkapnya:

Penggunaan Formula AIDA dalam Copywriting

Attention

Attention atau perhatian adalah level awal respons audience saat melihat konten kita. Pada level ini, perusahaan mengharapkan audience merasa tertarik untuk melihat dan memahami konten yang kita publikasikan. Untuk membuat audience tertarik untuk memperhatikan, copywriting harus memenuhi berbagai aspek seperti pilihan diksi yang tepat, menghindari kalimat yang terlalu panjang dan memberikan penawaran atau peringatan yang berhubungan dengan kepentingan terget audience. Dengan rumusan copywriting demikian, maka audience yang melihat banner kita akan tertarik untuk memperhatikan konten.

Interest

Interest atau ketertarikan adalah level selanjutnya dari pengalaman audience saat melihat konten kita. Setelah konten berhasil menarik perhatian (attention), maka selanjutnya, audience diharapkan dapat merasa tertarik terhadap isi informasi yang kita sampaikan. Sebut saja, bila kita membuat konten dengan copywriting berupa promosi. Informasi promosi, tentu dapat menarik orang untuk melihat konten kita, selanjutnya pastikan informasi lanjutan yang dimuat dalam promosi tersebut, membuat orang tertarik karena dirasa menguntungkan atau sesuai dengan kebutuhannya.

Desire

Level selanjutnya setelah attention dan interest adalah desire yang dapat diartikan sebagai hasrat atau minat. Setelah kita mampu menarik perhatian audience untuk melihat konten kita dan muncul ketertarikan, jika penawaran yang kita sampaikan cocok dengan keinginan atau kebutuhannya, maka akan muncul hasrat atau minat dalam dirinya untuk mempertimbangkan membeli produk kita. Sebelum beranjak ke level selanjutnya, pada level ini, seorang konsumen mungkin akan melakukan berbagai hal seperti membandingkan produk kita dengan produk sejenis dari kompetitor atau meminta saran orang terdekat dan melihat kualitas produk kita lebih lanjut dari berbagai sumber untuk dapat memutuskan akan membeli atau tidak.

Action

Level terakhir dalam konversi dari konten yang sampai pada audience adalah action atau aksi, yakni tahapan ketika audience sudah melakukan tindakan yang kita harapkan seperti menghubungi kita melalui komentar, pesan langsung, atau menghubungi layanan pelanggan untuk menanyakan atau membeli produk yang kita tawarkan. Dengan demikian, tujuan dari publikasi konten kita sudah tercapai dan sampai pada audience kita.

Dengan mengimplementasikan formula AIDA, konten copywriting yang kamu hasilkan akan lebih tepat tersampaikan pada konsumen. Dengan demikian, konsumen pun dapat tergerak untuk melakukan aksi atau tindakan yang disampaikan melalui konten tersebut. Tertarik dengan artikel mengenai digital marketing? Simak konten lainnya di sini.

2 thoughts on “Penggunaan Formula AIDA dalam Copywriting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *