5 Langkah Menjadi UI UX Designer dalam 3 Bulan

ui ux designer adalah
Photo by Firmbee.com on Unsplash

Internet memberikan dampak yang sangat masif bagi dunia. Salah satu dampak yang paling besar adalah terciptanya banyak lapangan pekerjaan yang satu atau dua dekade lalu belum ditemukan (The Next Web, 2020). Internet membuka kesempatan yang sangat besar bagi pekerjaan-pekerjaan baru di bidang digital. UI UX Designer adalah satu dari sekian banyak pekerjaan yang ‘baru muncul’ dan memiliki prospek menjanjikan bagi masa depan.

Untukmu yang sudah menentukan “tujuan akhir” sebagai UI atau UX Designer, mungkin masih ada kebingungan soal “garis start” dan “perjalanan” untuk mencapai “tujuan akhir” tersebut. Padahal, sangat penting untuk memetakan strategi dan langkah-langkah dalam mencapai karier impian sebagai UI atau UI designer. Setelah sebelumnya kita telah belajar tentang perbedaan konseptual, perbedaan tools dan software yang harus dikuasai serta perbedaan peran dari kedua profesi tersebut, selanjutnya mari kita bahas mengenai berbagai langkah yang bisa kamu tempuh untuk dapat mencapai karier di bidang ini.

UI UX Designer adalah Pekerjaan Penuh Strategi

Tiap perusahaan akan mencari tenaga kerja UI dan UX Designer sesuai kebutuhan generalis atau spesialis (Career Foundry, 2021). Oleh sebab itu, calon UI dan UX Designer harus mampu beradaptasi dengan memenuhi kompetensi baik secara hardskill maupun softskill terkait pekerjaan ini. Berikut 5 langkah yang bisa ditempuh untuk menjadi UI/UX Designer hanya dalam 3 bulan:

Belajar dasar-dasar melalui buku

Beberapa orang merasa kebingungan jika mempelajari UI/UX design melalui artikel-artikel yang tersedia di internet saja. Oleh sebab itu, tidak sedikit yang membutuhkan rekomendasi buku terkait dua profesi tersebut.

Ilmu dasar yang diperoleh dari buku akan memicu rasa ingin tahu dan semangat tinggi untuk mempelajari hal-hal detail. Ada ratusan buku UI/UX design yang dirilis di seluruh dunia, namun sebagian besar designer akan menyarankan judul-judul berikut:

Buku ini sudah tersedia dalam volume ketiga dan memberikan bacaan seputar tools praktis yang bisa dipakai untuk menghasilkan produk digital terbaik. Kamu akan mempelajari prinsip product behaviour hingga metode Cooper’s Goal Directed Design.

Fokus terhadap audiens atau pelanggan adalah kunci utama untuk membangun sebuah produk digital. Semakin mudah audiens memahami produk, semakin besar peluang produk tersebut dicari oleh lebih banyak orang. Melalui buku ini, kamu akan belajar banyak hal untuk mendekatkan diri kepada audiens.

Merupakan referensi yang banyak dipakai oleh UX Designer dan direkomendasikan bagi pemula. Setiap orang bisa belajar mengenai 16 tools yang umum digunakan untuk keperluan design and research. Terdapat kumpulan proyek nyata dan studi kasus untuk mengembangkan kemampuan critical thinking para pembaca dalam bidang UX design.

Belajar dari sumber lain

Setelah menambah wawasan soal ilmu pasti dari UI/UX design, kamu bisa menambah materi pembelajaran melalui sumber pendukung lainnya. Beberapa diantaranya adalah website, YouTube, maupun podcast.

  • YouTube

Sebagian besar orang lebih mudah menangkap pesan yang disampaikan melalui media visual berupa video. Salah satu channel YouTube yang bisa menjadi media belajar bagi calon-calon tenaga kerja UI/UX Designer adalah The Futur. Bersama Chris Do, penonton akan dikenalkan dengan tokoh-tokoh yang berpengaruh besar di bidang desain dari seluruh dunia.

Selain The Futur, tentunya masih ada banyak rekomendasi channel YouTube, seperti Flux, Laith Wallace, UX Mastery, serta NNgroup. Masing-masing channel akan memberikan panduan serta wawasan mengenai UI/UX design dengan cara yang unik, beragam, dan mudah dipahami.

  • Podcast

Sarana pembelajaran lain yang juga termasuk fleksibel adalah podcast. Salah satunya adalah Ramblings of a Designer, podcast mingguan yang dibawakan oleh Terri Rodriguez-Hong (UI/UX Designer) dan Laszlo Lazuer (Front-End Developer). Tidak hanya terpaku pada UI/UX saja, kamu akan mendapatkan perspektif baru soal hubungan antara desain dan development

Beberapa podcast lain yang bisa kamu dengarkan selagi punya waktu senggang adalah UI Breakfast (berbentuk interview dan mengundang expert di bidang UI/UX design), Writers in Tech (membahas tentang UX writing), dan UX Podcast (sumber informasi bermanfaat di ranah digital).

  • Website dan konten artikel

Jika kamu lebih suka membaca, maka website bisa menjadi pilihan yang ringkas untukmu belajar topik-topik khusus terkait UI/UX design. Salah satu website yang dapat kamu kunjungi untuk mendapat berbagai bacaan menarik terkait UI/UX adalah Nielsen Norman Group

Website ini memiliki ciri khas research-based articles yang membedakannya dari sumber bacaan online yang lain. Setiap artikel bersumber dari pengalaman pengguna secara langsung dengan berbagai topik yang bisa dipelajari lebih lanjut. Dengan begitu, setiap pembaca diharapkan senantiasa update dengan dunia industri desain masa kini.

Selain itu, ada Smashing Magazine menjadi majalah digital populer dan banyak direkomendasikan oleh desainer dari seluruh dunia. Ada berbagai topik yang menunjang pertumbuhan karier bagi UI maupun UX Designer melalui bacaan praktis dan inspiratif. Pembaca akan dimanjakan dengan artikel baru yang muncul setiap hari.

Bangun professional branding

Professional branding adalah suatu proses untuk membentuk sebuah penanda bagi reputasi maupun karier seseorang. Hal ini bisa dicapai melalui kekuatan, ciri khas, atau pesan tersirat yang mengingatkan orang lain tentang dirimu. Selain itu, perlu upaya mengomunikasikan dan mengekspresikan keterampilan, kepribadian, serta nilai-nilai personal yang ingin kita tampilkan di dunia digital. (Careers Asha)

Salah satu langkah professional branding yang bisa diterapkan adalah membuat akun LinkedIn dan membagikan pengalaman belajar maupun bekerja sebagai UI/UX Designer. Saat ini, LinkedIn telah menjadi media sosial bagi para profesional. Di platform ini, kamu tidak hanya bisa memperoleh wawasan terbaru setiap harinya, namun juga menemukan koneksi baru di lapangan pekerjaan sejenis. Selain itu, ada banyak kesempatan untuk menjalin komunikasi dengan mentor berkualitas dari seluruh dunia.

Bangun portofolio

Portofolio menjadi suatu business card yang menentukan keputusan perusahaan untuk melanjutkan proses seleksi terhadap seorang pelamar. Manfaatkan platform online, seperti Behance dan Dribbble jika kamu belum memiliki cukup dana untuk membuat website portofolio pribadi.

Lakukan pemilahan terhadap portofolio kemudian unggah hasil proyek terbaik dan terbaru untuk ditunjukkan kepada perusahaan. Gunakan proses pemecahan masalah serta studi kasus pengguna saat ingin melamar sebagai UX Designer dan design interface prototype untuk lowongan pekerjaan sebagai UI Designer.

Apakah kamu masih belum punya portofolio dan melamar pekerjaan untuk kali pertama? Sebaiknya, ikuti tips di bawah ini:

  • Susunlah proyek fiktif dan tunjukkan hasil kerja terbaik melalui studi kasus yang sudah ada atau bisa juga dalam bentuk prototype desain antarmuka
  • Lakukan analisis terhadap produk yang sudah ada kemudian lakukan perbaikan terhadap produk tersebut. Jangan lupa tunjukkan bagian perubahan yang sudah kamu buat
  • Terima dan kerjakan proyek gratis dari teman terdekat untuk membangun portofolio pertama sekaligus menambah pengalaman sesuai bidang kerja terkait

Ikuti kursus UI/UX Designer

Masing-masing orang mempunyai cara tersendiri dalam mengupayakan skill development di bidang UI/UX design. Salah satunya dengan mencari bantuan dan sarana memadai dari kursus UI/UX design. Ada beberapa keuntungan yang bisa diperoleh dengan mengikuti kursus, antara lain:

  • Kurikulum yang terarah sehingga kamu tidak perlu merasa kebingungan mengenai alur pembelajaran setiap harinya. Kamu mampu belajar secara bertahap, tanpa harus tertinggal materi penting yang seharusnya sudah diterima terlebih dahulu
  • Peserta kursus akan dipertemukan dengan individu profesional dan berpengalaman, terutama di bidang UI/UX. Pengajar suatu kursus dapat berperan sebagai mentor berkualitas karena umumnya telah melewati proses seleksi terlebih dahulu
  • Kamu akan memperoleh wawasan praktis seputar tools dan kemampuan yang dibutuhkan saat bekerja di lapangan. Bahkan, sudah banyak kursus yang menyediakan peluang bagi peserta untuk mengerjakan proyek nyata dan berguna sebagai portofolio pertama bagi pemula

UI UX Designer adalah dua profesi yang menjanjikan prospek karier dan pengalaman terbaik saat bekerja sama dengan pihak personal maupun perusahaan. Beruntungnya, kamu bisa menjadi calon tenaga kerja UI/UX Designer hanya dalam waktu 3 bulan melalui pembelajaran secara intensif dan berkelanjutan.

Bingung ingin belajar UI/UX darimana? Daftarkan diri untuk belajar di Digital Skola selama 3 bulan dan jadilah UI maupun UX Designer andal yang siap kerjai di perusahaan ternama di seluruh dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *