5 Teknologi Baru dalam SEO dan Cara Mengaplikasikannya

teknologi baru dalam SEO
Teknologi baru dalam SEO. (Photo by Pixabay from Pexels)

Sama halnya dengan elemen industri digital yang lain, SEO adalah industri yang dinamis. Tidak ada formula pasti yang dapat menjamin keberhasilan sebuah strategi SEO. Jika pun ada cara yang berhasil, maka kemungkinan perubahannya sangatlah cepat. Tidak terkecuali dalam hal teknologi yang muncul di industri ini, selalu ada perkembangan dan perubahan yang harus diikuti. Berbagai teknologi baru dalam SEO harus cepat dipelajari dan diterapkan untuk meningkatkan optimasi performa SEO dalam bisnis.

Beberapa tahun terakhir, teknologi dalam SEO mengalami perkembangan yang juga pesat. Jika kamu adalah seorang digital marketer, beberapa teknologi yang masih terbilang baru ini wajib kamu ketahui untuk memperbarui wawasanmu mengenai dunia SEO. Berikut beberapa teknologi teranyar SEO yang perlu kamu ketahui beserta cara mengalikasikannya:

5 Teknologi Baru dalam SEO

Natural Language Processing (NLP)

Natural Language Processing atau NLP adalah bagian dari kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang berperan menginterpretasikan bahasa manusia (natural) agar dipahami sebagai instruksi yang benar oleh komputer. Pada Desember 2019, Google secara resmi merilis pembaruan algoritma Bidirectional Encoder Representations from Transformers (BERT) di seluruh dunia. Pembaruan ini membawa NLP menjadi hal yang mendadak krusial dan wajib diperhatikan. Lalu, bagaimana cara mengaplikasikan NLP untuk kepentingan SEO bisnismu? Pastikan untuk selalu fokus pada konten yang berkualitas dan menjawab search queries secara akurat dengan kata, kalimat serta istilah yang tepat.

Natural Language Generation (NLG)

Bersamaan dengan NLP, Natural Language Generation atau NLG juga menjadi hal penting yang wajib diperhatikan dalam kerja SEO. Dengan bantuan NLG, SEO dapat memproduksi frasa dan kalimat dengan bahasa natural, menggunakan teknologi. Salah satu tools NLG yang biasa digunakan adalah copy.ai. Melalui situs ini, kamu dapat melihat bagaimana NLG dapat membantu kerja para penulis konten untuk memproduksi kalimat-kalimat pendek sehingga penulis konten hanya perlu memolesnya menjadi lebih menarik dan natural. Keberadaan NLG dapat membantu penulis konten pada saat-saat krusial seperti munculnya writers block sehingga pengerjaan konten akan menjadi lebih mudah dibantu oleh komputer.

Term Frequency times Inverse Document Frequency (TF*IDF)

TF*IDF adalah singkatan dari “Term Frequency times Inverse Document Frequency”. TF*IDF mengukur penggunaan istilah pada sebuah halaman spesifik dan perbandingannya dengan kumpulan halaman-halaman yang juga memuat istilah tersebut. Dengan bantuan TF*IDF, kamu dapat mengetahui seberapa penting kata kunci yang akan kamu gunakan dengan membandingkannya dengan sekumpulan besar dokumen yang juga mengandung kata tersebut. Dalam pembuatan sebuah artikel, tools TF*IDF dapat memberikan saran kepadamu mengenai beberapa frasa yang bisa kamu tambahkan atau hapus untuk mengoptimalkan skor TF*IDF sehingga kualitas SEO halamanmu secara keseluruhan juga akan meningkat.

Generative Pre-trained Transformer Number 3 (GPT-3)

GPT-3 atau Generative Pre-trained Transformer Number 3 menjadi topik hangat sejak The Guardian mempublikasikan sebuah artikel yang ditulis oleh robot. GPT-3 API bekerja dengan pembelajaran menggunakan dataset yang sangat besar untuk menirukan tulisan manusia. Dataset yang digunakan termasuk Common Crawl, Wikipedia, buku-buku dan sebagainya. GPT-3 dapat memprediksi dengan tepat rangkaian kalimat yang umum digunakan dalam penulisan sebuah artikel. Meski dalam penyelesaiannya, hasil tulisan dari GPT-3 tetap membutuhkan manusia untuk ‘memoles’-nya, namun GPT-3 dapat dioptimalkan untuk membantu pekerjaan penulis konten dalam membuat email marketing atau versi mentah atau draft sebuah artikel.

Faktor Konten Non-teks

Saat ini, selain mengotimalkan kualtias tulisan, pekerja SEO juga harus memperhatikan aspek-aspek lain yang sifatnya non-tulisan atau non-teks. Beberapa konten non-teks yang dapat digunakan untuk meningkatkan performa sebuah halaman yakni gambar, infografis, grafik, tabel, video, animasi, dan sebagainya. Dengan semakin canggihnya teknlogoi, orang semakin termanjakan dengan grafis dan multimedia sehingga memberikan aspek visual dalam artikel sangatlah penting. Kamu bisa menggunakan berbagai tools seperti Canva, Venngage, Animaker hingga Invideo.

Lima hal dalam SEO ini menjadi peluang sekaligus ancaman baru dalam pengerjaan SEO. Meski demikian, jika kamu dapat mempelari, beradaptasi dan mengoptimalkannya dengan baik, maka kebaruan teknologi ini dapat membantu performa halaman dan website-mu. Tertarik dengan informasi mengenai digital marketing seperti ini? Kunjungi halaman ini.

3 thoughts on “5 Teknologi Baru dalam SEO dan Cara Mengaplikasikannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *