10 Pekerjaan yang Rentan Digantikan oleh Robot

Pekerjaan Rentan Digantikan Robot
(Photo by cottonbro from Pexels)

Keberadaan mesin memang mempermudah pekerjaan manusia, namun di satu sisi teknologi justru dapat menjadi ‘ancaman’ bagi manusia karena kemampuannya menggantikan pekerjaan-pekerjaan yang dulu dikerjakan oleh manusia. Sejarah mencatat berbagai pekerjaan yang kini telah ‘punah’ karena digantikan oleh mesin. Sebut saja operator telepon, penjaga elevator, pinsetter bowling hingga projectionist adalah beberapa profesi yang dulu umum ditemukan, namun saat ini sudah tidak lagi eksis. Dari sini kita bisa melihat adanya berbagai pekerjaan rentan digantikan robot yang mungkin akan mengubah peran manusia dalam industri.

Pertanyaan selanjutnya yang muncul adalah, jika ada pekerjaan yang dahulu umum ditemukan namun sekarang hilang, bagaimana dengan nasib pekerjaan yang ada saat ini? Adakah pekerjaan yang juga akan hilang seiring dengan perkembangan teknologi? Sayangnya, jawabannya adalah ‘iya’. Beberapa jenis pekerjaan, diprediksi tidak akan bertahan lama seiring dengan semakin majunya teknologi yang dapat menggantikan peran tersebut.

Terkait hal tersebut, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Carl Benedikt Frey dan Michael A. Osborne berhasil merumuskan 10 jenis pekerjaan rentan digantikan robot dan disebut memiliki resiko tinggi bagi para pelakunya. Penelitian yang dipublikasikan pada September 2013 ini meneliti 702 detail pekerjaan menggunakan metode Gaussian Process Classifier (algoritma machine learning klasifikasi) untuk mengestimasikan probabilitas komputerisasi pada pekerjaan-pekerjaan tersebut. Penelitian diadakan di Amerika Serikat dan menghasilkan temuan bahwa 47% warga Amerika masih terancam dalam hal pekerjaan yang sedang dilakoni.

Berdasarkan kategori bidang, Frey dan Osborne menemukan bahwa bidang transportasi dan perpindahan material, produksi, instalasi, pemeliharaan dan perbaikan, tenaga bantuan dan administrasi koorporasi, dan penjualan adalah bidang-bidang yang rentan terhadap komputerisasi. Sementara itu, bidang lain yang cenderung sulit terkomputerisasi atau digantikan mesin adalah bidang manajemen, bisnis dan finansial, komputer, mesin dan ilmu pengetahuan, pendidikan, legal, layanan komunitas, seni, dan media, praktisi kesehatan dan teknisi.

Berdasarkan bidang-bidang tersebut, Frey dan Osborne memaparkan pula berbagai jenis pekerjaan yang rentan dan tidak rentan terhadap komputerisasi atau artificial intelligence. Berikut sepuluh jenis pekerjaan yang menurut riset rentan digantikan robot.

Pekerjaan rentan digantikan robot

  1. Telemarketing
  2. Bookkeeping Clerks (Tenaga Pembukuan)
  3. Compensation and Benefits Managers (Manajer Kompensasi dan Manfaat)
  4. Receptionists (Resepsionis)
  5. Couriers (Kurir)
  6. Proofreaders (Korektor)
  7. Computer Support Specialists (Penyedia Layanan Komputer)
  8. Market Research Analysts (Analis Riset Pasar)
  9. Advertising Salespeople (Pemasar Iklan)
  10. Retail Salespeople (Pemasar Agen)

Berbeda dengan sepuluh jenis pekerjaan di atas, sepuluh pekerjaan lain, menurut penelitian Frey dan Osborne cenderung lebih tahan terhadap komputerisasi. Beberapa pekerjaan yang tidak rentan digantikan robot dapat dilihat di bawah ini:

Pekerjaan yang tidak dapat digantikan robot

  1. Human Resource Managers (Manajer Personalia)
  2. Sales Managers (Manajer Penjualan)
  3. Marketing Managers (Manajer Pemasaran)
  4. Public Relations Managers (Manajer Hubungan Masyarakat)
  5. Chief Executives (Pejabat Eksekutif)
  6. Event Planners (Perencana Acara)
  7. Writers (Penulis)
  8. Software Developers (Pengembang Perangkat Lunak)
  9. Editors (Editor)
  10. Graphic Designers (Desainer Grafis)

Diantara berbagai jenis pekerjaan di atas, yang mana merupakan profesimu saat ini? Jika pekerjaanmu tergolong pekerjaan yang tidak dapat digantikan robot, maka kamu bisa menarik napas lega dan sedikit bersantai. Namun sebaliknya, bila pekerjaanmu termasuk dalam kategori rentan digantikan mesin atau kecerdasan buatan, maka sudah waktunya kamu mempersiapkan diri.

Berpikirlah untuk melakukan reskill maupun upskill yang dapat membantumu mengembangkan kemampuan yang tidak tergantikan kecerdasan buatan. Carilah jenis keahlian yang sesuai minatmu dan memiliki keterbukaan akses untuk dipelajari sehingga kamu bisa mempelajarinya baik secara otodidak maupun melalui sebuah institusi atau lembaga belajar.

Jika kamu ingin melakukan upskill dan reskill di bidang digital khususnya Digital Marketing, Data Science dan Data Engineer, Digital Skola adalah tempat belajar yang paling tepat untukmu. Ingin tahu lebih lanjut? Klik tombol di bawah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *