Apa Itu Python dan Penggunaannya pada Data Science

Apa itu Python
Apa itu Python? (Foto: Freepik)

Python adalah salah satu bahasa pemrograman paling populer di dunia. Index TIOBE menunjukkan popularitas Python menduduki posisi ketiga di dunia, di bawah C dan Java. Python menjadi kian populer seiring dengan meningkatnya popularitas data science. Bahasa pemrograman ini menjadi bahasa pemrograman yang paling umum digunakan dalam kerja data science. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai penggunaan Python dalam data science, dan untuk mengawalinya mari kita awali dengan pertanyaan dasar yakni, ‘Apa itu Python?’

Apa itu Python?

Python adalah bahasa pemrograman yang terinterpretasi, object oriented dan high level. Secara konseptual, Python sama halnya dengan bahasa pemrograman lain seperti Java, C++, R, dan sebagainya. Menurut sejarahnya, Python diciptakan oleh Guido van Rossum pada 1990 yang mengusungnya sebagai bahasa pemrograman yang bersifat open source. Sejak saat itu, Python menjadi salah satu bahasa pemrograman paling penting di dunia dengan komunitas yang besar. Popularitas Python, terus menanjak dengan kian meningkatnya popularitas profesi terkait programming termasuk data science.

Mengapa Python?

Ada beberapa alasan mengapa Python menjadi bahasa pemrograman yang populer dan penting di dunia. Pertama, Python bersifat open source alias gratis sehingga semua orang dapat menggunakannya secara cuma-cuma. Kedua, Python merupakan alat yang sempurna bagi para programmer dan developer dalam jangkauan yang luas. Interface Python dapat digunakan dengan serangkaian fungsi yang dapat mengembangkan berbagai algoritma. Ketiga, packages Python tergolong lengkap dan berguna untuk data science. Keempat, menggunakan kode skrip yang lebih pendek dibandingkan bahasa pemrograman lain. Kelima, sintaksis Python tergolong sederhana dan intuitif karena pada dasarnya merupakan bahasa Inggris. Keenam, menggunakan kata kunci yang relatif lebih sedikit. Ketujuh, memiliki komunitas yang besar sehingga lebih memudahkan untuk kolaborasi.

Penggunaan Python dalam Data Science

Data collection & cleaning

Dengan Python, seorang data scientist dapat menggunakan hampir semua jenis data yang tersedia dalam berbagai format seperti CSV (Comma-separated value), TSV (tab-separated valueI), maupun JSON. Python juga memungkinkan impor table langsung dari SQL ke website code scrapping.

Data Exploration

Setelah memiliki clean data, seorang data scientist harus menemukan pertanyaan bisnis untuk dijawab yang kemudian dikonversikan pada pertanyaan data science. Dalam proses ini, seorang data scientist membutuhkan Python untuk mengidentifikasi properti mereka dan memisahkan data berdasarkan tipenya seperti numerik, ordinal, nominal, atau kategoris untuk menyiapkan treatment yang dibutuhkan.

Data Visualization & Interpretation

Python memiliki banyak package data visualization. Matplotlib menjadi library yang paling sering digunakan oleh data scientist untuk meng-generate grafik dasar dan diagram. Untuk membuat visualisasi data yang estetik, data scientist dapat menggunakan library Python lainnya yakni, Plotly.

Data Modelling

Fase ini merupakan fase yang sangat krusial dalam proses kerja data science. Dalam tahap ini, seorang data scientist harus berjuang untuk me-minimize dimensionality dari dataset. Dalam proses ini, data scientist dapat menggunakan Python yang memiliki banyak library canggih yang dapat membantu proses machine learning untuk melaksanakan perintah yang terkait dengan data modelling.

Deploying

Proses deployment merupakan proses mengubah model pada bahasa yang bermakna dan dapat dihapami oleh sistem maupun end user. Salah satu framework yang paling sering digunakan dalam proses ini adalah Flask.

Tipe Data Python

Ada beberapa tipe data Python yang diketahui diantaranya, Text Type (str), Numeric Type (int, float, complex), Sequence Type (list, tuple, ranges), Mapping Type (dict), Set Type (set, frozenset), Boolean Type (bool), dan Binary types (bytes, bytearray, memoryview).

Python vs R

Python dan R menjadi dua bahasa pemrograman yang paling populer di kalangan data scientist. Dua bahasa pemrograman ini memiliki fungsi dan karakteristik berbeda. Keduanya juga sama-sama digunakan oleh perusahaan besar mulai dari Facebook, Google, Twitter hinga Microsoft.

Seorang data scientist dapat menguasai Python saja, R saja atau keduanya sekaligus karena kedua bahasa pemrograman ini bukanlah rival, namun keahlian yang sama-sama menguntungkan jika dikuasai. Berikut perbandingan Python dan R.

Perbandingan Python dan R (Foto: Digital Skola)

Lalu, bagaimana memutuskan kapan menggunakan Python atau R? Pada dasarnya, jika kamu hanya ingin melakukan analisis data, maka kamu bisa menggunakan keduanya. Lebih jauh, jika kamu ingin melanjutkannya ke proses production (deploying), sebagian besar perusahaan memilih menggunakan Python.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *